Dalil mengobati sihir dengan daun bidara

Post On: 13 May 2013
January 24, 2015

Artikel ini membahas dalil mengobati sihir dengan daun bidara, meskipun bisa dibilang terlambat tapi tidak mengapa, yang penting Insya Allah selamat. Saya sudah lama membaca di blog yang lain tentang dalil ini, akan tetapi saya belum berani menulis disini karena saya belum membaca sendiri, paling tidak dari scan buku aslinya, karena saya tidak ingin memberikan informasi yang salah, apalagi didalam masalah agama yang dapat mengakibatkan keburukan bagi penulis sendiri maupun bagi pembaca, maka saya tahan untuk tidak menulis sampai saya mendapatkan scan dari tafsir ibnu katsir.

Alhamdulillah, saya telah mendapatkan scan tafsir Ibnu Katsir, lalu siapakah Ibnu Katsir?… Dan apakah dalil ini bisa dijadikan hujah?… Baiklah kita coba mengenal sedikit dari biografi Ibnu Katsir.

Ibnu Katsir menulis tafsir Qur’an yang terkenal yang bernama Tafsir Ibnu Katsir. Hingga kini, tafsir Alquran al-Karim sebanyak 10 jilid ini masih menjadi bahan rujukan sampai sekarang dalam dunia Islam. Di samping itu, ia juga menulis buku Fada’il Alquran (Keutamaan Alquran), berisi ringkasan sejarah Alquran.

Ibnu Katsir memiliki metode sendiri dalam bidang ini, yakni:

  1. Tafsir yang paling benar adalah tafsir Alquran dengan Alquran sendiri.
  2. Selanjutnya bila penafsiran Alquran dengan Alquran tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan dengan hadits Nabi Muhammad, sebab menurut Alquran sendiri Nabi Muhammad memang diperintahkan untuk menerangkan isi Alquran.
  3. Jika yang kedua tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan oleh pendapat para sahabat karena merekalah orang yang paling mengetahui konteks sosial turunnya Alquran.
  4. Jika yang ketiga juga tidak didapatkan, maka pendapat dari para tabiin dapat diambil.

Ilmu hadits

Ibnu Katsir pun banyak menulis kitab ilmu hadis. Di antaranya yang terkenal adalah :

  1. Jami al-Masanid wa as-Sunan (Kitab Penghimpun Musnad dan Sunan) sebanyak delapan jilid, berisi nama-nama sahabat yang banyak meriwayatkan hadis;
  2. Al-Kutub as-Sittah (Kitab-kitab Hadis yang Enam) yakni suatu karya hadis;
  3. At-Takmilah fi Mar’ifat as-Sigat wa ad-Dhua’fa wa al-Mujahal (Pelengkap dalam Mengetahui Perawi-perawi yang Dipercaya, Lemah dan Kurang Dikenal);
  4. Al-Mukhtasar (Ringkasan) merupakan ringkasan dari Muqaddimmah-nya Ibn Salah; dan
  5. Adillah at-Tanbih li Ulum al-Hadits (Buku tentang ilmu hadis) atau lebih dikenal dengan nama Al-Ba’its al-Hadits.

Ilmu sejarah

Bidang ilmu sejarah juga dikuasainya. Beberapa karya Ibnu Katsir dalam ilmu sejarah ini antara lain :

  1. Al-Bidayah wa an Nihayah (Permulaan dan Akhir) atau nama lainnya Tarikh ibnu Katsir sebanyak 14 jilid,
  2. Al-Fusul fi Sirah ar-Rasul (Uraian Mengenai Sejarah Rasul), dan
  3. Tabaqat asy-Syafi’iyah (Peringkat-peringkat Ulama Mazhab Syafii).

Kitab sejarahnya yang dianggap paling penting dan terkenal adalah Al-Bidayah. Ada dua bagian besar sejarah yang tertuang menurut buku tersebut, yakni sejarah kuno yang menuturkan mulai dari riwayat penciptaan hingga masa kenabian Rasulullah SAW dan sejarah Islam mulai dari periode dakwah Nabi ke Makkah hingga pertengahan abad ke-8 H. Kejadian yang berlangsung setelah hijrah disusun berdasarkan tahun kejadian tersebut. Tercatat, kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah merupakan sumber primer terutama untuk sejarah Dinasti Mamluk di Mesir. Dan karenanya kitab ini seringkali dijadikan bahan rujukan dalam penulisan sejarah Islam.

Ilmu fiqih

Dalam ilmu fiqih, Ibnu Katsir juga tidak diragukan keahliannya. Oleh para penguasa, ia kerap dimintakan pendapat menyangkut persoalan-persoalan tata pemerintahan dan kemasyarakat yang terjadi kala itu. Misalnya saja saat pengesahan keputusan tentang pemberantasan korupsi tahun 1358 serta upaya rekonsiliasi setelah perang saudara atau peristiwa Pemberontakan Baydamur (1361) dan dalam menyerukan jihad (1368-1369). Selain itu, ia menulis buku terkait bidang fiqih didasarkan pada Alquran dan hadis.

Dalil mengobati sihir dengan daun bidara

Setelah sedikit mengenal biografi Ibnu Katsir kita langsung pada inti pembahasan yaitu dalil mengobati sihir dengan daun bidara.

dalil daun bidara Dalil mengobati sihir dengan daun bidara

Scan diatas adalah dari terjemah tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat: 102

2 102 Dalil mengobati sihir dengan daun bidara

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. QS: 2:102

Lalu daun bidara yang manakah yang dapat digunakan untuk keperluan sunah dan untuk mengobati sihir?

Insya Allah saya akan membahasnya dilain waktu, maka silahkan berkunjung kembali untuk melihat update artikel tentang daun bidara.

Saya sebagai manusia yang awam dalam masalah Agama, mungkin terdapat banyak kesalahan dalam tulisan saya, saya minta maaf dan kepada Allah SWT saya memohon ampunan.

Silahkan mengisi komentar dibawah ini apabila Anda mempunyai pendapat atau masukan untuk kita semua.

Tags: , , , ,

8 comments on “Dalil mengobati sihir dengan daun bidara

    • assalamualaikum warahmatullahi wa bkraaatuh,saya berharap agar web ini dapat meamberikan koleksi kitab-kitab yang saya perlukan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan saya tentan Al-Islam. dengan demikian saya dapat memperbaiki akhlak saya sesuai yang diharapkan oleh Islam yang sejati. oleh sebab itu pada kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang setinggi-tingginya.

      • terimakasih atas masukan yang Bapak berikan.
        tapi maaf kami belum dapat memenuhi harapan Bapak, karena keterbatasan kami.

  1. Izin menukil..
    Semoga diberikan pahala melimpah dari setiap Ilmu yg kami bantu sebarkan..

    قال رسول اللّه صلى اللّه عليه و سلم :
    “الدّالُ على الخير كفاعله”
    صحيح رواه (طب)، (البزار)، (ت).b

    “Orang yang menunjukkan suatu kebaikan balasannya saa seperti orang yang mengerjakannya”.
    Hadits Shahih Riwayat Ath Thabrani, Al Bazar dan At Tirmidzi.

    بارك اللّه فيكم

  2. sangat bermanfaat kang ustad ,,, matur suwun …

    نسأل الله أن يرد لك الجميل مع الخير كثيرة … امين

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *